Juli 17, 2024
Perut Kembung Setelah Makan, Kenapa ya

Makan-makan di restoran bersama teman atau keluarga, wah, pasti menyenangkan ya. Apalagi jika restoran yang dikunjungi termasuk restoran favorit, sehingga kamu harus melakukan reservasi restoran terlebih dahulu, supaya pasti bisa dapat tempat tanpa waiting list.

Tapi, kenapa ya setelah selesai makan kok perut terasa kurang nyaman dan kembung ya? Padahal teman-temanmu yang lain baik-baik saja setelah makan. Artinya, sudah pasti yang bermasalah adalah kondisi tubuhmu sendiri, dan bukan makanannya. Nah, supaya gak penasaran lagi, cari tahu yuk penyebab perut kembung setelah makan dan cara mengatasinya berikut ini.

Dilansir dari siloamhospital.com, perut kembung adalah kondisi ketika terjadi penumpukkan gas di perut, sehingga menimbulkan rasa kurang nyaman. Dalam kondisi normal, saat kamu makan maupun minum, ada udara yang ikut tertelan dan jika jumlahnya terlalu banyak, bisa menyebabkan perut terasa kembung.

Selain itu, perut kembung juga bisa terjadi ketika bakteri di usus besar memecah karbohidrat yang tidak bisa dicerna oleh saluran pencernaan, sehingga menyebabkan produksi gas berlebih. Untuk lebih jelasnya, berikut ini adalah penyebab terjadinya perut kembung setelah makan serta cara pencegahannya:

Makan Terlalu Cepat

Entah karena sudah terlalu lapar, diburu oleh waktu, maupun karena faktor kebiasaan. Terkadang kamu tanpa sadar mengonsumsi makananmu terlalu cepat, sehingga memperbesar peluang masuknya udara ke dalam sistem pencernaan. Inilah yang membuatmu merasa kembung setelah makan. Untuk mencegahnya sangatlah mudah, yaitu dengan mengatur waktu, sehingga kamu bisa makan dalam tempo yang normal dan tidak terlalu cepat.

Makan Sambil Berbicara

“Jangan bicara saat makan”, ini sebenarnya adalah aturan dasar tetapi terkadang suka terlupakan. Apalagi ketika sedang makan sambil berkumpul dengan teman dan keluarga. Padahal, makan sambil berbicara juga bisa menyebabkan udara yang masuk semakin banyak. Selain itu, meningkatkan risiko kamu tersedak saat makan yang tentunya cukup berbahaya, kan? Jadi, yuk, mulai biasakan untuk menelan makananmu dulu sebelum mulai berbicara.

Mengonsumsi Susu dan Olahannya

Produk susu dan olahannya mengandung gula yang sulit dicerna oleh tubuh, yaitu laktosa. Orang yang memiliki kondisi intoleransi laktosa sangat rentang mengalami gejala perut kembung saat mengonsumsi produk susu dan olahannya. Penyebabnya, karena usus tidak cukup memproduksi enzim laktase yang bertugas untuk mencerna laktosa dalam susu. Selain perut kembung, gejala masalah pencernaan lain bisa muncul pada penderita intoleransi laktosa, jadi disarankan untuk benar-benar menghindari produk susu dan olahannya.

Berbaring Setelah Makan

Siapa yang hobi berbaring setelah makan? Jika kamu sedang makan di restoran, kamu memang tidak mungkin melakukannya. Namun, jika kamu makan di rumah, mungkin kamu ingin segera bersantai setelah makan. Sayangnya, kebiasaan ini ternyata meningkatkan potensi kamu mengalami perut kembung setelah makan. Sebab, udara yang masuk ke dalam sistem pencernaan bersama makanan tidak dapat keluar dan tertahan di usus. Jadi, mulai sekarang tetaplah duduk tegak dulu sesaat setelah makan ya.

Semoga setelah mengetahuinya, kamu gak lagi mengalami perut kembung setelah makan ya. Jadi, kamu bisa menikmati acara makan-makan tanpa adanya gangguan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *