Juli 17, 2024
Adat Jawa melangsungkan selapanan sebagai acara untuk mencukur rambut bayi. Begini prosesnya.

Peringatan hari kelahiran untuk yang pertama kali merupakan peringatan yang istimewa bagi masyarakat Jawa.

Sebab, peringatan ini disamakan dengan peringatan hari ulang tahun untuk yang pertama kali.

Peringatan ini kerap kali disebut dengan nepton permata atau selapanan.

Sebagian besar orang menyatakan bahwa selapanan adalah acara mencukur rambut bayi.

Selapanan berasal dari bahasa Jawa yang berarti 35 hari.

Selapanan adalah ritual yang dilakukan untuk bayi yang sudah menginjak usia 35 hari berada di dunia.

Tradisi Selapanan ini bertujuan untuk mengingatkan bahwa sang anak sudah bertambah umur.

Hal ini berarti bahwa si anak mengalami suatu perubahan, mulai dari perubahan fisik, perubahan batin, hingga perubahan mental.

Sebab, anak yang mendekati hari kelahirannya akan mengalami perubahan fisik berupa peningkatan suhu badan, gelisah, dan sering menangis.

Acara yang dilakukan ketika sang bayi berusia 35 hari atau selapan ini dihitung sesuai dengan hitungan kalender Jawa.

Berdasarkan kalender Jawa, masyarakat Jawa menghitung hari dalam hitungan minggu sebanyak tujuh hari (Senin-Minggu) dan hitungan pasaran yang mana satu pasaran memiliki jumlah lima hari (Pahing, Pon, Wage, Kliwon, dan Legi), sebagaimana dikutip dari Kitab Primbon Jawa Serbaguna.

Perhitungan selapan didapatkan dari hasil perkalian antara tujuh dan lima yang menghasilkan 35 hari.

Pada hari ke-35 dalam kalender Jawa, diperoleh pertemuan angka kelipatan antara tujuh dan lima.

Pada hari ini juga, hari weton si bayi akan berulang.

Sebagai contoh, jika sang bayi lahir pada Kamis Pahing, bayi tersebut selapanannya akan jatuh tepat pada hari Kamis Pahing pula.

Sebelum acara selapanan dilangsungkan, biasanya para warga pada sore hari bergotong-royong membuat tumpeng yang berisi makanan (bahasa Jawa: bancakan).

Nantinya, tumpeng ini dibagikan kepada para tetangga dan anak-anak kecil di lingkungan rumah.

Tumpeng ini dibuat memiliki makna dan harapan tersendiri bagi warga setempat, yaitu bayi yang sedang selapanan (mencukur rambut bayi) kelak menjadi seseorang yang berguna, bermanfaat, dan membahagiakan masyarakat sekitar.

Selain persiapan hidangan untuk melangsungkan acara selapanan, disediakan pula perlengkapan lain, seperti kembang setaman, gunting, kemenyan, dan lain-lain untuk melakukan prosesi mencukur rambut bayi.

Mencukur rambut bayi merupakan acara inti dan penutup dalam selapanan.

Acara selamatan bayi ini dilakukan dengan mencukur rambut bayi.

Mengutip dari buku yang berjudul Upacara Tradisional Jawa, awalnya, para warga yang menghadiri acara ini membacakan sholawat untuk bayi.

Saat itu, bayi keluar dengan digendong orang tuanya dan diajak berputar mengelilingi para hadirin sebanyak 3 kali.

Saat itu pula, para hadirin memegang kepala bayi dan mendoakannya agar bayi kelak selalu diberikan keselamatan dalam kehidupannya.

Setelah berputar tiga kali, bayi diajak berputar lagi untuk melakukan pencukuran rambut dengan menggunakan gunting dan disediakan piring yang di dalamnya terdapat air kembang dan parfum.

Orang pertama yang mencukur rambut bayi adalah orang tua sang bayi (ayah dan ibu), lalu diikuti kerabat dan sesepuh dari para tetangga satu persatu secara simbolis ikut mencukur rambut bayi.

Setiap prosesi yang dilakukan selama mencukur rambut bayi dalam selapanan memiliki makna agar kelak sang bayi dapat selalu menjalin silaturahmi dengan orang lain dan berbakti kepada orang tuanya.

Menurut adat Jawa, rambut bayi yang belum dicukur itu masih bercampur dengan air ketuban.

Jika tidak dibersihkan, akan menjadi bayi bajang sehingga harus melakukan acara mencukur rambut bayi untuk menyucikan rambut bayi dari segala macam najis.

Selain itu, alasan lain mencukur rambut bayi dalam selapanan adalah agar rambut bayi tumbuh bagus.

Dengan begitu, selapanan ini secara tidak langsung juga memiliki tujuan untuk mengislamkan si bayi, seperti prosesi aqiqah.

RACHEL FARAHDIBA R

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *