April 24, 2024
Selain Tom Yum, Khao Soi, hidangan berkuah asal Thailand ini dinobatkan sup terenak di dunia.

Khao Soi dalam laman foodicles berasal dari pedagang Muslim Cina dari Yunan, yang melakukan perjalanan ke Asia Tenggara pada abad 10 termasuk Thailand.

Membawa budaya mie mereka dari Cina, santan, dan rempah-rempah, mereka melewati Myanmar, Laos, sebelum tiba di Thailand.

Khao Soi diyakini merupakan varian dari resep kuno masakan Burma (Myanmar) yang memiliki sup mie berbasis santan mempengaruhi hidangan sebelum Khao Soi.

Ini juga memiliki kemiripan dengan hidangan klasik di Myanmar, yaitu ohn no khao swe, terdiri dari mie, sup ayam, dan kari kelapa.

Kata khao soi mempunyai arti “nasi potong”, namun hidangan ini berawal tentang mie yang dibuat dari mie tepung ketan dicampur dengan bubuk kunyit, lalu ditaburkan di atas kain dan dibentangkan di atas air mendidih untuk membuat lembaran mie.

Bukan hanya mie yang membuat hidangan ini menonjol, ada kuah kelapa pedas, tambahan ayam atau sapi sebagai protein, kemudian mie renyah di atasnya.

Bahkan, semua bumbu yang memperkaya khaoi soi, seperti minyak cabai, acar kubis, bawang merah segar, ketumbar, dan perasan air jeruk nipis.

Provinsi Thailand Utara menjadi rumah bagi beberapa toko yang telah menyajikan sup mie populer ini selama beberapa dekade.

Melansir dari channelnewsasia, salah toko yang menawarkan khao soi khas sejak Perang Dunia II, yaitu Khao Soi Lamduan Fa Ham.

Putri pemiliknya, Wanida Lamduan menceritakan, sebelumnya toko ini tidak menyajikan khao soi melainkan bihun datar dengan kuah bening.

Kemudian, ibunya Wanida membuat khao soi setelah pelanggan mengajarinya cara membuat mie sesuai selera mereka dari etnis Tionghoa Muslim dari Yunan.

Di Khao Soi Lamduan Fa Ham, resepnya telah diturunkan dari Lamduan kepada anak cucunya bersama dengan warisan kuliner selama 79 tahun terakhir.

Salah satu pelanggannya mengatakan tidak seperti hidangan sup mie lainnya, untuk khao soi, semuanya sudah ada.

Seiring waktu, rasa Khao Soi yang kompleks meresap dalam kuliner Chiang Mai.

Popularitasnya telah menyebar sampai ke ibukota Thailand, yakni Bangkok, di mana banyak restoran menyajikan hidangan ini pada lini menu mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *