Desember 3, 2023
Dengan chemoport. pasien kanker yang menjalani kemoterapi tak perlu ditusuk dengan jarum untuk pengambilan darah, memasukkan obat, atau pemindaian.

Seorang pasien kanker biasanya akan banyak mendapatkan tusukan jarum.

Pengambilan sampel darah, pemberian obat kemoterapi, pemindaian akan menusuk kulit pasien dengan jarum hingga berkali-kali.

Sebagai alternatif penggunaan jarum suntik, diciptakanlah chemoport.

Dilansir dari WebMD, Chemoport bisa ditanam dengan rawat jalan, tidak harus opname.

Biasanya, pemasangan Chemoport hanya sekitar 30 hingga 45 menit.

Sebelum itu, pasien akan diberi anestesi lokal untuk membius area leher dan dada tempat dokter bedah membuat sayatan dan memasukkan port.

Pasien akan mengalami pembengkakan, nyeri, atau memar di area sekitar port, tetapi akan hilang seiring waktu.

Chemoport juga biasa disebut dengan mediport atau port-a-cath, sebuah alat bagi pasien kanker yang menjalani pengobatan kemoterapi.

Chemoport ini terletak di bawah tulang selangka.

Alat ini dibagi menjadi dua bagian yakni, port dan kateter.

Port adalah cakram plastik atau logam yang berukuran kecil.

Bagian tengah dari port terbuat dari karet yang menjadi akses atau menahan jarum agar tetap di tempatnya saat pasien menjalani perawatan, pengobatan, atau pengambilan darah.

Sedangkan, kateter atau tabung tipis akan menghubungkan port ke pembuluh darah vena di tubuh.

Dikutip dari Medifee, terdapat beberapa jenis dari Chemoport, antara lain.

Intra Peritoneal Port Port ini tersusun atas kateter Tenckhoff yang ditempatkan di bawah kulit perut.

Chemoport jenis ini diperlukan untuk jenis kemoterapi lanjutan untuk kanker perut.

Implantable Venous Acces Port Port ini juga disebut dengan mediport yang terbuat dari stainless steel, plastik, atau titanium.

Jalur akses dari port ini berbentuk drum yang akan melalui pembuluh darah vena.

Port ini biasanya ditempatkan di bawah kulit dada atau lengan atas.

Mengutip laman Healthline, terdapat banyak manfaat dari penggunaan Chemoport, berikut di antaranya.

Seperti metode pengobatan yang lain, Chemoport juga memiliki beberapa risiko, antara lain:– Infeksi di area sayatan– Penyumbatan di kateter– Gumpalan darah– Kateter atau port bergeser Merawat Chemoport dengan tepat dapat mengurangi risiko dalam prosedur ini.

Ini caranya: MUHAMMAD SYAIFULLOH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *